PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN

Cara kedua dalam teknik pengumpulan data ialah dengan wawancara. Teknik yang satu ini
dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung kepada subjek
penelitian itu sendiri. Dahulu, untuk melakukan teknik yang satu ini dilakukan dengan cara
bertatap muka secara langsung.
Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih, wawancara bisa
dilakukan dengan beberapa media komunikasi seperti email, telepon, skype dan yang
lainnya. Dengan memanfaatkan berbagai macam teknologi tersebut tentu saja akan
membuat wawancara menjadi lebih efisien.
Sebelum melakukan sebuah wawancara, biasanya peneliti akan membuat beberapa
pertanyaan terlebih dahulu. Untuk membuat pertanyaan yang akan ditanyakan kepada
narasumber juga tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan. Peneliti harus membuat
pertanyaan yang sesuai dengan topik yang akan dibahas.
Untuk teknik wawancara ini sendiri dibagi menjadi dua bagian, yakni wawancara terstruktur
serta teknik wawancara tidak terstruktur. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan dari
kedua jenis teknik wawancara tersebut.
Wawancara Terstruktur
Wawancara terstruktur adalah sebuah teknik wawancara yang dilakukan dengan
menggunakan sebuah pedoman wawancara yang jelas. Untuk teknik yang satu ini, peneliti
akan membuat sebuah draft pertanyaan terlebih dahulu sebelum melakukan wawancara.
Berbagai macam informasi sudah ditulis secara lengkap dalam sebuah draft pertanyaan.
Jadi, si peneliti tidak perlu kebingungan lagi mencari pertanyaan yang akan ditanyakan
kepada subjek penelitian. Keuntungan dari penggunaan teknik pengumpulan data yang satu
ini ialah bisa memudahkan proses wawancara itu sendiri.
Terutama jika si peneliti belum begitu ahli dalam melakukan penelitian dengan cara
wawancara. Dengan demikian, peneliti bisa mendapatkan sebuah data yang lengkap
sehingga lebih mudah untuk melakukan analisis data.
Wawancara Tidak Terstruktur
Untuk jenis wawancara yang satu ini tidak terkait secara ketat dengan daftar pertanyaan
yang harus dibuat. Artinya, teknik yang satu ini juga disebut sebagai teknik wawancara
bebas. Meski demikian, dalam melakukan sebuah wawancara sang peneliti tidak boleh
melakukannya secara sembarangan. Artinya, harus ada pedoman wawancaranya terlebih
dahulu.
Pedoman dari wawancara satu ini hanyalah berisi tentang beberapa poin yang akan
ditanyakan kepada narasumber. Hal tersebut dilakukan agar pembahasan tidak melebar dan
jauh dari pokok bahasan itu sendiri. Nah, jika ingin mengajukan pertanyaan selanjutnya,
maka bisa mengembangkannya sendiri.
Dalam melakukan sebuah penelitian dengan menggunakan teknik wawancara ini, ternyata
memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya ialah pewawancara bisa mengkonfirmasi suatu
hal kepada subjek wawancara. Namun, tetap dengan catatan tidak membahasnya terlalu
jauh.
Jika ingin melakukan sebuah penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data
wawancara, Anda bisa memilih salah satunya yang sesuai dengan kebutuhan dan keahlian
yang dimiliki.
2. Teknik Pengumpulan Data Dengan Studi Pustaka
Teknik pengumpulan data yang ketiga adalah pengumpulan dengan menggunakan studi
pustaka. Untuk teknik yang satu ini dilakukan agar bisa melakukan analisis pada topik
permasalahan yang ingin diteliti oleh peneliti.
Untuk teknik pengumpulan yang satu ini tentu saja sangat cocok untuk penelitian studi
pustaka. Data-data yang ada dalam penelitian studi pustaka tersebut didapat dari arsip,
buku-buku ataupun dokumen. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa jenis penelitian yang
bukan studi pustaka tidak membutuhkan pustaka.
Beberapa jenis penelitian lainnya tetap saja membutuhkan, tetapi untuk kebutuhannya
tidak sedetail studi pustaka. Tentu saja, tanpa adanya studi pustaka ini, tidak dapat
menganalisis sebuah data dengan baik dan benar.untuk teknik pengumpulan data dengan
menggunakan studi pustaka ini sendiri dibagi menjadi dua bagian.
Yakni dokumen primer dan dokumen sekunder.
Dokumen primer adalah sebuah dokumen yang ditulis secara langsung oleh pelaku kejadian
ataupun seseorang yang mengalami sebuah peristiwa secara langsung. Contoh dari
dokumen primer itu sendiri adalah buku autobiografi.
Dokumen Sekunder
Dokumen sekunder itu sendiri adalah sebuah dokumen yang dituliskan berdasar peristiwa,
laporan atau cerita dari orang lain. Contoh dari dokumen sekunder yang satu ini adalah
buku biografi.
Kedua jenis dokumen tersebut juga memiliki kelebihan masing-masing. Tak hanya itu, bagi
Anda yang melakukan penelitian dengan menggunakan studi pustaka yang satu ini tentu
kedua jenis dokumen tersebut akan sangat membantu.
3. Teknik Pengumpulan Data Dengan Angket (Kuesioner)
Teknik terakhir yang bisa lakukan untuk mengumpulkan sebuah data ialah dengan
menggunakan angket atau kuesioner. Kuesioner ini ialah sebuah teknik pengumpulan data
yang dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan tertulis kepada subjek
penelitian terkait dengan topik yang akan diteliti.
Untuk teknik yang satu ini akan sangat tepat digunakan jika peneliti mengetahui dengan
benar variabel yang ingin diukur serta keinginan yang diharapkan oleh para responden
ataupun subjek penelitian.
Bahkan, teknik kuesioner yang satu ini sangat baik untuk digunakan dalam mengumpulkan
data dari para responden ataupun subjek penelitian meski jumlahnya sangat banyak. Tak
hanya itu, teknik yang satu ini juga bisa dipakai untuk mengumpulkan data dari para
responden yang ada di beberapa wilayah.
Jika dilihat dari bentuk pertanyaannya sendiri, ternyata kuesioner dibagi menjadi dua jenis.
Yakni kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka. Penjelasan mengenai kedua jenis kuesioner
ialah sebagai berikut:
Kuesioner Tertutup
Kuesioner tertutup adalah pertanyaan tertulis yang dalamnya sudah disertai dengan pilihan
jawaban bagi para respondennya. Jadi, ketika akan menjawab pertanyaan dari kuesioner
tersebut, responden hanya perlu memilih jawaban yang sudah disediakan.
Kuesioner Terbuka
Sementara itu, yang dimaksud dengan kuesioner terbuka adalah pertanyaan yang diajukan
kepada para responden yang mana harus mengisinya sendiri. Peneliti hanya akan
menyediakan beberapa pertanyaan saja, kemudian responden atau subjek penelitian hanya
tinggal mengisinya sendiri sesuai dengan pendapatnya dan apa yang ia pikirkan.
Seiring dengan berkembangnya zaman, ternyata teknik pengumpulan data yang satu ini
sudah hadir dalam bentuk yang lebih progresif. Dimana pertanyaan tertulis untuk para
subjek penelitian sudah disertai dengan beberapa pilihan jawaban serta kolom untuk
mengisi jawaban yang sesuai dengan keinginan para responden
Jika teknik pengumpulan data dan instrument pengumpulan data itu berbeda. Teknik
pengumpulan data ialah cara yang dilakukan untuk bisa mendapatkan informasi yang
dibutuhkan. Sedangkan, untuk instrument pengumpulan data itu sendiri adalah alat yang
digunakan untuk mendapatkan data dari penelitian yang sedang dilakukan.
Instrumen Pengumpulan Data
Ada beberapa instrument untuk mengumpulkan beberapa data yang ingin kumpulkan. Di
bawah ini beberapa instrument-nya:
Pedoman Observasi
Satu hal yang paling penting dan harus Anda lakukan sebelum melakukan observasi itu
sendiri ialah dengan menetapkan pedoman observasi. Jadi, pada saat akan melakukan
sebuah observasi untuk mengumpulkan sebuah data, tidak boleh dilakukan secara
sembarangan.
Pada saat di lapangan, pastinya Anda akan menemukan berbagai macam data. Namun
terkadang, keadaan yang ada di lapangan juga tidak dapat diprediksi. Hal tersebutlah yang
memungkinkan Anda untuk merasa kebingungan dengan mana data yang seharusnya
dimasukkan ataupun tidak.
Namun, sudah menetapkan pedoman observasi, maka tidak sulit untuk memilah berbagai
macam data yang didapatkan di lapangan. Hanya perlu menetapkan kriteria dari data yang
akan masuk ke dalam penelitian. apabila menemukan data lainnya, maka bisa
memasukkannya ke dalam temuan data.
Pedoman Wawancara
Untuk mendapatkan beberapa data dari teknik pengumpulan data secara wawancara juga
tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Terlebih dahulu, buatlah sebuah pedoman
wawancara.
Pedoman wawancara ini sendiri nantinya akan memudahkan pada saat wawancara sedang
berlangsung. Jadi, apabila sudah membuat pedoman wawancara, tak perlu bingung lagi
untuk membuat pertanyaan berikutnya.
Membuat sebuah pedoman dengan hanya mencantumkan beberapa poin penting saja yang
ingin ditanyakan kepada narasumber. Maksud dari adanya pedoman atau instrument
pengumpulan data satu ini adalah agar pembahasan tidak keluar dari topik yang sedang
dibahas.
Membuat sebuah instrument wawancara terlebih dahulu sangat penting bagi untuk bisa
mendapatkan data yang lebih jelas dan valid.
Angket (Lembar Kuesioner)
Selanjutnya yaitu instrument dari lembar kuesioner. Semakin berkembangnya teknologi
membuat kuesioner tidak hanya berupa lembaran kertas yang di sebar kepada para
responden saja. Namun, ada pula kuesoner online yang lebih praktis dan lebih mudah dalam
penyebarannya.
Kuesioner online ini sangat cocok bagi Anda yang membutuhkan data lebih luas dan
mencangkup beberapa wilayah. Namun, jika Anda ingin memfokuskan penelitian dengan
suatu subjek tertentu, maka Anda bisa menggunakan lembar kuesioner.
Sebenarnya, ada banyak sekali instrument pengumpulan data yang satu ini. Beberapa
instrument pengumpulan data yang satu ini sebenarnya bisa Anda sesuaikan dengan
kebutuhan. Instrument pengumpulan data menjadi hal yang sangat penting dan tidak Anda
lewatkan begitu saja saat akan melakukan metode pengumpulan data.
Jadi, buat Anda yang ingin mengumpulkan beberapa data untuk sebuah penelitian, ada
beberapa teknik yang harus Anda lakukan agar data tersebut valid. Beberapa teknik
pengumpulan data bisa Anda pilih untuk membuat sebuah penelitian yang bisa
dipertanggungjawabkan.
Teknik pengumpulan data dan instrument pengumpulan data itu saling berkaitan satu
dengan yang lainnya. Meski menggunakan teknik yang tepat dan benar, namun jika tidak
menggunakan instrument atau metode pengumpulan data, maka data yang 56 buat tidaklah
valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

0 Comments